A beautiful theme

Isn't WordPress cool?

Shine

Cool eh!

Giving you rotating images in the header with links

Churches

A Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

Recent Posts

Testimony

"Never bend your head. Always hold it high. Look the world straight in the face.", by the Amazing Helen Keller (a blind-deaf woman who able to speak)

Tanpa Mendengar, Tuna Rungu Pun Bisa Menari

Jun 19th, 2008 by admin | 0
Nusa Dua - Serombongan penari laki-laki dan perempuan muda bergerak gemulai. Gerakan mereka sempurna. Tidak ada satu gerakan pun yang tidak seirama, saling bertubrukan misalnya. Semua serba pas.

Sedari awal gerakan, iringan suara musik terus mengalun. Mengiringi dan menegaskan setiap ketukan gerak para penari. Antara musik dan gerak dua puluh penari tersebut seolah menyatu. Padahal, para penari tersebut tuna rungu dan tuna wicara. Bagaimana mereka bisa menari?

Hanya kesabaran, keuletan dan kemauan yang mendorong para penari tersebut bisa membawakan tarian dengan sempurna. Kalaupun ada kesesuaian antara musik pengiring dengan gerak tarian, itu karena mereka telah hafal setiap detail gerak yang harus dibawakan. Didukung, tanda dari para pemandu gerak.

Pertunjukan tari di SLB Jimbaran Nusa Dua Bali hari ini seolah menegaskan, keterbatasan fungsi tubuh bukan berarti keterbatasan kesempatan berprestasi.

“Tarian nusantara (nama tarian yang dibawakan para siswa SLB, red) sudah dipertunjukkan di berbagai kegiatan. Tingkat nasional maupun internasional,” urai wakil kepala sekolah SLB B N PTN, Edi Prayitno, Kamis (19/6/2008).

Sebut saja salah satunya, pada pertemuan menteri pendidikan dunia, E-9 di Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu. Bukan itu saja, tarian ini memenangi pula lomba tari antar SLB se-Indonesia tahun lalu.

Selain tari, para siswa SLB Jimbaran juga berprestasi di bidang modeling. Bahkan tahun lalu, siswa didik di sekolah ini berhasil menjuarai lomba modeling antar sekolah luar biasa se Indonesia.

“Bulan depan, kita mengirim atlet ke Pekan Olah Raga Penyandang Cacat Nasional di Kaltim,” imbuh Edi. Sedianya, SLB Jimbaran mengirim 7 atlet dalam pekan olah raga tersebut. Ketujuh atlet tersebut akan memperebutkan piala dalam bidang atletik, renang, dan tenis meja.

Berbagai prestasi tersebut menegaskan, bahwa penyandang cacat pun dapat berprestasi. “Tidak sulit melatih, hanya perlu kesabaran lebih. Tapi mereka pada dasarnya memiliki kemampuan untuk berkembang. Layaknya siswa pada umumnya,” tegas pelatih tari SLB Jimbaran, Wayan Suatra Negara. (Miftahul Ulum /Sindo/fit)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.