A beautiful theme

Isn't WordPress cool?

Shine

Cool eh!

Giving you rotating images in the header with links

Churches

A Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

Recent Posts

Testimony

"Never bend your head. Always hold it high. Look the world straight in the face.", by the Amazing Helen Keller (a blind-deaf woman who able to speak)

Handphone Untuk Tuna Rungu

Jan 20th, 2009 by admin | 0

Mito Mobile kembali merilis seri ponsel terbarunya. Tak seperti ponsel pada umumnya, Mito 228 terbilang unik karena telah dilengkapi alat bantu pendengaran.

“Kini kami mempersembahkan fitur unik yang lebih punya nilai tambah, yakni ‘Micro Vibration Phone’ pada Mito 228, setelah sebelumnya meluncurkan Mito 300 yang juga memiliki fitur unik ‘Magic Voice Changer’, yang dapat memanipulasi suara, ” tutur Hansen, Direktur Utama Mito Mobile, lewat email pada detikINET, Jumat (26/12/2008).

Inovasi teknologi yang dibenamkan dalam seri Mito terbaru ini, bisa dibilang cukup membantu penggunanya saat menelepon dalam kondisi yang sangat berisik atau bagi orang yang mengalami sedikit ganguan pendengaran.

Alat bantu dengar ini dapat diaktifkan dengan cara mengaktifkan profil ‘Nerve Conduction Mode’. Saat mode ‘Nerve Conduction’ diaktifkan, suara yang dipancarkan oleh Mito 228 memang akan terdengar tidak terlalu bagus.

“Penyebabnya karena suara yang dihasilkan oleh speaker telah diubah ke dalam bentuk gelombang digital yang dirambatkan melalui sensor pendengaran khusus,” jelas Hansen.

Sensor pendengaran tersebut kemudian mengubah gelombang analog yang dihasilkan oleh suara ke dalam bentuk gelombang digital yang dipancarkan melalui getaran. Getaran yang dihasilkan oleh sensor Mito 228 dirambatkan melalui benda padat ketika terletak di atas media penghantarnya.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, sejatinya suara akan terdengar lebih jernih ketika rambatan getaran berjalan melalui benda padat yang memiliki ketipisan dan sifat elastis, semisal pada kaca.

Mito 228 ini dapat pula digunakan pada telinga manusia yang mengalami sedikit gangguan pendengaran yang bukan tuli total. Atau misalnya pada saat situasi yang sangat bising, seperti misalnya di pinggir jalan atau di tengah-tengah massa penonton dalam suatu acara konser musik.

“Dengan meletakkan sensor Mito 228 di wilayah sekitar tulang tengkorak, maka Anda akan dapat mendengarkan suara telepon yang lebih jelas,” lanjut Hansen.

Mito 228 hadir dengan tampilan yang lebih stylish. Meski di sisi sampingnya mengitar baluran warna silver, warna hitam masih mendominasi body ponsel yang memiliki dimensi 114×56,7×18,6 mm ini. Tampilan keypad juga tak nampak monoton, karena softkey dan navigation key-nya didesain melingkar untuk ponsel candy bar ini.

Sementara untuk bagian dalam, terdapat dua buah slot simcard yang dibuat tidak sejajar. Tepat di hadapan slot simcard 1, terdapat slot memori Transflash yang sanggup menampung file hingga 2 GB. Sedangkan memori internal yang jadi bawaan ponsel ini 502 KB.

Hadir dengan layar sentuh 2,6 inci dengan LCD berjenis TFT, membuat tampilan yang diperlihatkan Mito 228 jadi lumayan tajam dengan resolusi 240 x 320 pixels yang berkedalaman warna 262 K.

Bagaimana tertarik?Tapi mungkin ga bisa ya buat yang gangguan pendengaran berat.

Hati-hati Membersihkan Telinga

Jan 13th, 2009 by admin | 0

Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. Agar kedua fungsi tersebut berjalan, telinga harus dijaga. Sayang, banyak orang yang kadung salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, telinga.

Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam. Ketiga bagian ini bekerjasama menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya, gelombang suara diterima oleh telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun dan liang telinga. “Daun telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga,” jelas dr. Darnila Rani, Sp.THT dari RSCM.

Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tengah melalui gendang telinga. Di belakang gendang telinga, terdapat tulang pendengaran yang bentuknya menyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang suara hingga menggetarkan gendang dan sampai ke telinga dalam.
Di telinga dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang suara yang diantarkan gendang dan tulang telinga akan menggetarkan cairan dalam rumah siput, sehingga membuat organ yang mengambang bergerak dan menyentuh ujung-ujung saraf pendengaran. Proses yang tadinya menggunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehingga kita mendengar suara.

Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih kompleks. Proses terjadi di telinga dalam. Telinga bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

BAHAYA MENGOREK

Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Orang sering salah kaprah menyangka tai telinga sebagai kotoran. Padahal, fungsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. “Tai telinga tidak usah dibuang, kecuali jika menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam,” tegas Darnila. Lagipula, tak banyak kasus orang yang mengalami penggumpalan getah ini.

Dalam kadar normal, tai telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga. Jika dibersihkan, getah akan diproduksi lagi. Maka, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara dikorek. Cukup bersihkan bagian luar saja, yaitu daun dan muara liang telinga. “Bagian lebih dalam dari itu, seumur hidup pun tak perlu dibersihkan,” tegas Darnila.
Salah satu yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu, mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang lebih dalam yang bukan tempatnya. Jika getah ini dibersihkan, maka getah akan diproduksi lagi. Jika pengorekan dilakukan terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan menyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa disalurkan dengan baik.

Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan perbenturan sebab telinga kita bentuknya bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita mudah berdarah.

Masih ada lagi, mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Saraf pagus membentang ke tenggorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. Refleks yang berat dan berbahaya bisa mengakibatkan kolaps

MUKA TAK SIMETRIS
Mengorek telinga juga bisa menyebabkan infeksi. “Infeksi yang berat dan berada di tempat yang sensitif bisa menyebabkan kualitas pendengaran menurun, bahkan membuat muka jadi mencong (tak simetris),” ujar Darnila.
Salah satu saraf yang terdapat di telinga adalah saraf facialis. Saraf ini berada di belakang liang telinga. Fungsinya menggerakkan otot muka dan sebagai bagian yang menunjang pendengaran. “Meski saraf ini dilindungi tulang, namun jika infeksi atau gangguan lain sudah mengenainya, maka bisa mengakibatkan muka menjadi mencong, mata tak bisa ditutup, dan lainnya, yang disebut kelumpuhan saraf facialis.”

Infeksi akibat mengorek terlalu keras bisa berbentuk seperti bisul yang bernanah. Infeksi bisa terjadi di liang telinga, kelenjar rambut, bahkan sampai ke bagian telinga tengah di belakang gendang. Selain karena mengorek, infeksi telinga tengah yang disebut congek bisa pula disebabkan oleh adanya infeksi di saluran nafas, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang menghubungkan rongga di belakang hidung dengan telinga tengah. “Jika produksi nanah semakin banyak, maka gendang bisa pecah atau bocor. Akibat selanjutnya, pendengaran akan terganggu,” lanjut Darnila.
Di dalam telinga terdapat banyak sekali saraf. Itulah kenapa telinga sangat sensitif. Ketika kita sakit amandel, sakit gigi atau radang tenggorokan, telinga juga terasa sakit, karena telinga kita dilalui saraf perasa. Saraf ini akan mengalihkan rasa sakit di daerah lain sampai ke telinga.

HINDARI MUSIK KERAS
Banyak hal bisa menjadi penyebab menurunnya kualitas pendengaran. Dalam gangguan taraf ringan, orang hanya akan mampu mendengar bunyi dengan kapasitas 25 - 40 desibel saja, taraf sedang 40 - 60 desibel, dan jika lebih dari 60 desibel berarti berada dalam taraf berat.

Penyebabnya beraneka ragam, mulai kelainan di telinga luar hingga dalam. Kelainan di telinga luar bisa disebabkan adanya penyumbatan oleh getah telinga, benda asing, bisul, atau tumor. Gangguan di telinga tengah seperti gendang pecah, perdarahan akibat benturan pada kecelakaan, terputusnya rantai tulang pendengaran atau keluarnya cairan karena alergi.

Sementara di telinga dalam, gangguan berupa “pingsan” atau matinya sel rambut yang mengubah getaran mekanik jadi listrik lalu menyampaikannya ke otak. “Pingsan” atau matinya sel rambut disebabkan trauma bising, misalnya mendengar terlalu lama dan sering bunyi-bunyian yang amat keras, infeksi yang menjalar dari telinga tengah atau karena keracunan obat. Melalui peredaran darah, racun dari obat bisa sampai ke telinga dalam.

Penyakit seperti darah tinggi dan diabetes juga bisa mengurangi pendengaran. Pasalnya, penyakit ini bisa sebabkan rusaknya pembuluh darah. “Akibatnya, telinga dalam sebagai terminal tak mendapat makanan yang cukup,” ujar Darnila. Sejumlah makanan juga bisa menyebabkan penurunan pendengaran jika menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Contohnya garam, lemak dan rokok. Turunnya pendengaran karena darah tinggi, diabetes dan keracunan obat bisa menyerang dua belah telinga. Sementara penyebab lainnya hanya menyerang telinga yang mengalami gangguan. Perlu diingat, gangguan di satu telinga tidak menjalar ke telinga yang lain.

Kebanyakan gangguan yang terjadi di telinga luar dan telinga tengah bisa diatasi. Sedangkan jika mengenai telinga dalam agak sulit. “Kalau sel rambut di telinga dalam hanya “pingsan”, misalnya akibat mendengarkan musik disko selama dua jam saja, maka pendengaran akan kembali setelah beberapa lama menghindar musik keras ini. Namun, jika terlalu sering mendengar musik atau bunyi-bunyian yang amat keras, bisa saja sel rambut itu patah dan akhirnya kualitas pendengaran rusak berat. Umumnya hal ini tak bisa diperbaiki,” kata Darnila.

Pendengaran menurun yang permanen juga bisa ditemukan pada bayi dengan kelainan bawaan. Biasanya pada mereka bisa dilakukan tes refleks. Tes ini bisa dilakukan oleh orang tua yang merasa curiga anaknya tidak bisa mendengar. “Caranya dengan membunyikan sesuatu di tempat tersembunyi, yang tidak bisa lihat matanya. Lihat saja, apakah saat mendengar bunyi ia langsung memberi respon atau tidak?” [*/ Yenti Aprianti]

http://doktersehat.com/2007/07/25/hat-hati-membersihkan-telinga/

Buku Baru “Shafa, Saatnya Tuna Rungu Bicara”

Jan 11th, 2009 by admin | 0

buku_shafa_thumbnail

Telah hadir buku tentang perjalanan hidup Shafa dari kecil sampai dengan sekarang. Mungkin dari buku itu ada hikmahnya terutama buat orang tua tuna rungu, tapi juga bermanfaat buat orang normal. Buku ini diharapkan akan dapat memotivasi para orang tua agar senantiasa tetap semangat dalam mendidik anak-anaknya yang mempunyai masalah pendengaran.

Buku tersebut untuk sementara baru bisa didapatkan apabila memsan langsung ke Shafa di Bandung. Apabila ada yang berminat dapat menghubungi bu Royke di 022-6651205.

Judul : Shafa, Saatnya Tuna Rungu Bicara
Hal : 240 + vi
Harga : Rp 42.000 (diluar ongkos)
Penerbit : Memoira


Penerapan Sekolah Inklusi Di Jakarta

Jan 11th, 2009 by admin | 0

Tren sekolah inklusif menjadi angin segar bagi ba nyak orangtua anak berkebutuhan khusus. Melalui sekolah ini orangtua tidak perlu la gi khawatir dengan hak pendidikan anak nya. Anak-anak berkebutuhan khu sus pun bisa leluasa duduk di bangku sekolah dan memiliki ijazah.

Geliat sekolah inklusif tak hanya ramai di kota-kota besar. Dari data Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, hampir semua propinsi di Indonesia telah mempunyai sekolah inklusif. Beberapa propinsi yang masih be lum mempunyai sekolah inklusif salah satunya propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Secara keseluruhan pendirian sekolah inklusif memang masih didominasi propinsi-propinsi yang berada di Pulau Jawa.

Di ibukota Jakarta, misalnya. Dari ke te rangan Kepala Seksi Pendidikan Luar Biasa (Kasi PLB) Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta Djanuati, sekolah inklusif telah diterapkan sejak tiga tahun lalu melalui payung hukum peraturan gubernur (pergub). Berdasarkan pergub inilah beberapa sekolah ditunjuk untuk membuka program inklusif. Sayangnya, saat majalah ini berkunjung ke kantornya pada Kamis (17/01) lalu, Djanuati tidak bi sa menunjukkan pergub tersebut dengan alasan naskahnya tertinggal di mobil.

Yang jelas, berdasarkan peraturan gubernur tersebut, otoritas pendidikan setempat segera menunjuk beberapa sekolah untuk membuka program inklusif. Penunjukan setiap sekolah ini didasarkan pada adanya kesiapan sekolah untuk menerima ABK. Persiapan dimaksud terutama menyangkut sarana dan sumber daya manusianya. Hasilnya sebanyak 41 sekolah mulai da ri tingkat TK sampai SMU menjadi sekolah inklusif. Jumlah yang diperoleh da ri cyber data Dinas Dikdas Propinsi DKI Jakarta ini berbeda dengan data yang diberikan Pokja Inklusif Direktorat Pembinaan SLB Depdiknas yang menulis 62 sekolah.

Penerapan sekolah inklusif, terang Djanuati, tidak menjadi masalah bagi jajarannya sebab sebelumya telah dikembangkan model sekolah terpadu. “Tapi memang sekolah terpadu kan tidak fokus ke si anaknya. Hal ini berbeda dengan sekolah inklusif,” katanya. Secara umum, kata dia, sekolah inklusif yang ada lebih menerima siswa berkebutuhan khusus yang mempunyai IQ normal dan di atas rata-ra ta. Karenanya banyak dari anak berkebutuhan khusus itu merupakan penyan dang ketunaan, seperti tunanetra, tuna rungu, tunadaksa, dan tunawicara.

Sementara bagi anak berkebutuhan khusus non ketunaan, macam autis dan berkesulitan belajar akan sa ngat tergantung kepada kesiapan sekolah nya. Yang pasti pada saat se orang siswa didaftarkan, akan ada assessment untuk mengetahui kategori kekhususan si anak. Yang pasti pula, tegas dia, sekolah-sekolah inklusif ini masih kesulitan jika harus menerima anak berkebutuhan khusus dengan IQ di bawah rata-rata. “Bayangkan saja, untuk menangani anak-anak normal saja para guru itu kadang repotnya minta ampun. Apalagi menangani anak-anak berkebutuhan khusus dengan IQ di bawah rata-rata,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, materi pembelajaran di sekolah inklusif secara umum sama, antara siswa normal de ngan siswa berkebutuhan khusus. Artinya, semua mata pelajaran diajarkan pada semua. Tapi bagi anak berkebutuhan khusus akan diberikan materi tambahan di luar jam pelajaran. Karena cara belajarnya sama, maka ijazah juga tidak ada perbedaan. Maka seorang anak berkebutuhan khusus yang duduk di sekolah inklusif bisa saja me neruskan ke jenjang selanjutnya di sekolah reguler. “Tapi lebih baik, tentu saja, meneruskan ke sekolah inklusif lagi sebab sekolah inklusif sudah ada di se mua tingkatan,” tuturnya.

Saat disinggung soal biaya sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, ia mengaku tidak mengetahuinya. Tapi, menurutnya, bisa saja biaya yang dibebankan ba gi anak berkebutuhan khusus lebih mahal. Penyebabnya mereka memerlukan penanganan khusus.

Pada kesempatan itu Djanuati menilai kendala utama progaram inklusif yang sudah dijalankan ini masih terfokus pa da masalah penanganan anak. Sebab tidak semua guru bisa melayani anak-anak berkebutuhan khusus itu. Solusinya adalah semua unsur sekolah melalui kepala sekolah terus melakukan koordinasi secara intensif agar diperoleh gambaran ideal tentang cara penanganan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, pemerintah sendiri telah menunjuk beberapa guru pembimbing khusus, baik yang sudah dilatih maupun dari sekolah luar biasa (SLB) untuk ikut membantu menangani anak-anak se ma cam itu.

Penerapan sekolah inklusif di Jakarta sebenarnya sangat ketingggalan jika diban dingkan Surabaya. Di kota buaya itu sebuah sekolah dasar bahkan telah me ne rapkan program inklusif sejak 18 tahun lalu. Adalah SDN Klampis Ngasem I yang melakukan hal itu.

Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SD yang berada di pinggiran Surabaya itu juga tak melulu para penyandang ketunaan, tapi juga siswa berkesulitan belajar dan autistik. Menurut kepala sekolah tersebut, Sukarlik, prog ram inklusif berhasil dijalankan karena pola mengajar dan mendidiknya dilakukan dengan hati. Hal ini, terang dia, sangat penting dilakukan sebab sebagai anak-anak unik dan spesifik, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan belajar yang berbeda untuk setiap individunya. Karenanya mereka tidak membutuhkan penyeragaman cara mengajar. “Dengan pema haman seperti itu, kami para guru dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Inilah yang menjadi modal utama kita,” jelasnya.

Kekuatan pendidikan dengan hati, lanjutnya, juga telah terbukti mewujudkan penerapan program inklusif sesuai cita-cita dasarnya yaitu memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khu sus untuk memperoleh hak sama dalam men dapatkan pendidikannya. “Ketika pendidikan inklusif hanya didasari sebagai sebuah proyek maka pendidikan inklusif hanya sekedar basa-basi sebab roh inklusifnya hilang ditelan orientasi materi,” tegasnya.

DAFTAR NAMA SD INKLUSIF PROVINSI DKI JAKARTA

  • SDN Bendungan Hilir Pagi Jl. Danau Toba Pejompongan. Tanah Abang Jakarta Pusat, Telp:5720347
  • SDN Johar Baru 29 Pagi Jl. Percetakan Negara 11, Johar Baru Jakarta Pusat, Telp:42886189
  • SDN Cempaka Putih Barat 16 Pg Jl. Cempaka Putih Barat XIX. Cempaka Putih Jakarta Pusat, Telp:42884357
  • SDN Sungai Bambu 02 Pt Jl. Gadang No. 52, Tanjung Priok Jakarta Utara, Telp:43931487
  • SDN Pluit 06 Pt. Jl. Muara Angke Komp. Nelayan, Penjaringan Jakarta Utara, Telp:6618555
  • SDN Kelapa Gading Timur 04 Pg. Jl. Komp. PT. HI, Kelapa Gading Jakarta Utara, Telp:4517505
  • SDN Marunda 02 Pg. (SDN Model) Jl. Marunda Pulo Rt.01/OI, Cilincing Jakarta Utara, Telp:9152127
  • SDN Slipi 17 Pg. Jl. K.S. Tubun III Dalam, Palmerah Jakarta Barat, Telp:53503611
  • SDN Slipi 18 Pg. Jl. K.S. Tubun III Dalam Rt. 2/2, Palmerah Jakarta Barat, Telp:53503611
  • SDN Sukabumi Selalan 07 Pg. Jl. Pos Pengumben Rt. 002/08, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Telp:5364340
  • SDN Meruya Selatan 06 Pg. (Model) Jl. Lap. Jabeg Rt. 001/01, Kembangan Jakarta Barat, Telp:081315730869
  • SDN Cipete Ulara 12 Pg. Jl. Kirai Ujung. Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Telp: 7191185
  • SDN Lebak Bulus 02 Pg. Jl. Pertanian Raya No. 59, Cilandak Jakarta Selatan, Telp:7662367
  • SDN Lebak Bulus 03 Pg. Jl.Pertanian III No. 88, Cilandak Jakarta Selatan, Telp:7893247
  • SDN Lebak Bulus 06 Pg. Jl. Gubug Balag, Cilandak Jakarta Selatan, Telp: 7691942
  • SDN Pela Mampang 01 Pg. Jl. Bangka II Gg. IV, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Telp:7191185
  • SD Pantara Jl. Senopati Raya No. 72. Kebayoran Baru Jakarta Selatan
  • SDN Cipete Selatan 04 Pg. Jl. Anggur II Komplek BRI, Cipete Selatan, Cilandak Jakarta Selatan
  • SDN Menteng Atas 04 Pg. (SD Model) Jl. Dr. Saharjo No. 121, Sctia Budi Jakarta Selatan, Telp: 8351705
  • SDN Gedong 04 Pg. Jl. Raya Condet Rt. 012/03, Batu Ampar, Pasar Rebo Jakarta Timur, Telp: 87792352
  • SDN Kramat Jati 16 Pg. Jl. Langgar Rt. 008/ 010, Kramat Jati Jakarta Timur, Telp: 8012709
  • SDN Kebon Pala 03 Pg. Jl. Jengki No. 3 Cipinang Asem, Makasar Jakarta Timur, Telp: 8016530
  • SDN Batu Ampar 04 Pt. Jl. Batu Ampar III, Kramat Jati Jakarta Timur
  • SDN Gedong 03 Pg. Jl. Raya Condet, Batu Ampar, Pasar .Rebo Jakarta Timur, Telp: 87797282
  • SDN Gedong 12 Pg. Jl. Raya Condet, Batu Ampar, Pasar Rebo Jakarta Timur, Telp: 7706485
  • SDN Cipinang Muara 24 Pt. Jl. BB I Cipinang Muara III, Jatinegara Jakarta Timur
  • SDN Cipayung 09 Pt. Jl. SMU 64 Rt. 001 1/02. Cipayung Jakarta Timur, Telp:84596306
  • SDN Kramat Jati 24 Pg. (SD Model) Jl. Kerja Bakti. Kramat Jati Jakarta Timur, Telp:800S073

DAFTAR NAMA SMP INKLUSIF PROVINSI DKI JAKARTA

  • SMPN 269 Jl. Harapan Mulia, Kemayoran Jakarta Pusat, Telp: 4212795
  • SMPN 42 Jl. Pademangan III, Pademangan Jakarta Barat, Telp: 6400355
  • SMPN 191 Jl. Kepa Duri Raya No. 2, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Telp: 5659736
  • SMPN 226 Jl. Kayu Kapur No. 2. Cilandak Jakarta Selatan, Telp: 7501270
  • SMPN 223 Jl. Surilang No. 6 Kel. Gedong, Pasar Rebo Jakarta Timur, Telp: 8403316

DAFTAR NAMA SMU DAN SMK INKLUSIF PROVINSI DKI JAKARTA

  • SMUN 5 Jl. Raya Sumur Batu Jakarta Pusat, Telp: 4243869
  • SMKN 27 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jakarta Pusat, Telp: 3524973
  • SMUN 40 Jl. Budi Mulya Raya, Pademangan Jakarta Barat, Telp: 6402464
  • SMKN 33 Jl. Gading Timur, Kelapa Gading Jakarta Utara, Telp: 4521568
  • SMUN 112 Jl. Pesanggrahan Jakarta Barat, Telp: 5850695
  • SMKN 13 Jl. Rawa Belong II E Jakarta Pusat, Telp: 5492970
  • SMUN 66 Jl. Bango III Pondok Labu Jakarta Selatan, Telp: 76914034
  • SMKN 30 Jl. Paku Buwono 6 Jakarta Selatan, Telp: 72794323
  • SMUN 54 Jl. Jatinegara Timur IV Jakarta Timur, Telp: 8194271/ 8571544
  • SMKN 58 Jl. SMIK Bambu Apus TMII Jakarta Timur, Telp: 8446304

DAFTAR NAMA TK INKLUSIF PROVINSI DKI JAKARTA

  • TK Negeri Cipete Jl. Cipete VII No. 70, Cilandak Jakarta Selatan, Telp: 75901461
  • TK Negeri Pembina Tingkat Nasional Jl. Muchtar Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan Jakarta Selatan, Telp: 5854586
  • TK Negeri Pembina DKI Jakarta Jl. Bambu Duri X, Pondok Bambu, Duren Sawit Jakarta Timur, Telp: 8616811

Sumber www.anakspesial.com

Tips Menggunakan Earphone Ke Alat Bantu Dengar

Jan 10th, 2009 by admin | 0

Berikut adalah salah satu tips yang diberikan oleh Shafa (shafahk.multiply.com) mengenai menggunakan earphone ke alat bantu dengar tanpa perlu capek-capek untuk memegangnya. Terima kasih ya Shafa. Semoga tips ini dapat juga dipakai untuk teman-teman yang lain. Belia menggunakan selotip yang langsung ditempelkan pada ABD-nya.

Earphone Di ABD