A beautiful theme

Isn't WordPress cool?

Shine

Cool eh!

Giving you rotating images in the header with links

Churches

A Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

Recent Posts

Testimony

"Never bend your head. Always hold it high. Look the world straight in the face.", by the Amazing Helen Keller (a blind-deaf woman who able to speak)

Terapi Gen Atasi Tuli Sejak Lahir

May 1st, 2009 by admin | 0

TERAPI gen berpotensial merestorasi alat pendengaran. Demikian penelitian atas tikus mencit yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat. Penelitian ini memberi harapan bagi mereka yang mengalami penurunan pendengaran.

Tim Oregon ini menemukan bahwa transfer gen menyebabkan diproduksinya sel-sel rambut yang merupakan bagian esensial dalam telinga bagian tengah untuk menginterpretasi suara. Pada mereka yang pendengarannnya normal, sel-sel rambut cochlear mengonversi suara menjadi signal listrik yang akhirnya akan ditransmisikan menuju otak.

Sekali sel-sel itu itu rusak atau hilang, mereka tak akan bisa diganti secara alami. Menurut Royal National Institute for Deaf People (RNID) ada sekitar sembilan juta orang yang menderita tuli atau telinga berdenging di Inggris.

Kebanyakan dari mereka mengalami kehilangan pendengaran secara bertahap seiring bertambahnya usia yang disebabkan oleh menghilangkan sel-sel rambut pada bagian cochlear.

Paparan suara yang berlebihan dengan frekuensi tinggi juga menjadi salah satu sebab rusaknya sel-sel rambut ini. John Brigande dan timnya dari Oregon Health and Science University menunjukkan, setidaknya pada tikus-tikus yang belum lahir, terapi gen dapat digunakan untuk memicu tumbuhnya sel-sel yang bakal menjadi sel-sel rambut.

Terapi gen menggunakan satu virus yang tidak berbahaya yang dimasukkan kopi-kopi gen kunci ke dalam sel-sel yang kemudian mereplikasinya. Gen kunci yang digunakan oleh tim Oregon adalah Atoh1 yang merupakan bagian terpenting bagi tumbuhnya sel-sel rambut.

Sel-sel Atoh1 ini fungsinya sangat mirip dengan sel-sel rambut. “Kemampuannya yang mirip dengan sel-sel rambut merupakan langkah awal yang penting, yang bisa digunakan untuk manusia mengatasi gangguan telinga,” ujar para peneliti.

Jadi terbuka kemungkinan bahwa sel-sel ini digunakan untuk manusia. Dan yang lebih penting, perbaikan cochlear ini tanpa menggunakan mesin atau alat listrik. Sekarang ini, sebenarnya sudah ada alat yang bisa ditanam (implan cochlear) dalam telinga dan berfungsi merangsang saraf pendengaran secara langsung.

Implan ini tidak merestorasi pendengaran menjadi normal tetapi memberi sensasi suara saja. Andy Forge, profesor biologi sel pendengaran dan penasihat Deafness Research UK mengatakan “Meski masih perlu diteliti, penelitian atas terapi gen memberi harapan bagi mereka yang tuli sejak lahir (congenital deafness) untuk bisa mendengar kembali.”

Sekitar 2000 anak tuli sejak lahir. Terapi ini menurut Andy sangat bermanfaat dan penting. Dr. Mark Downs dari RNID mengatakan “Perkembangan ini sangat luar biasa, membuat kita makin bersemangat dan kagum bahwa ternyata terapi gen bisa mengatasi gangguan pendengaran.”

Regenerasi sel-sel rambut telinga

Apr 6th, 2009 by akubisadengar | 0

Sel-sel rambut telinga dalam penting untuk pendengaran. Tanpa sel-sel rambut akan menjadi tuli. Bila sel-sel rambut rusak , maka akan mengalami kurang pendengaran .Dan sel-sel rambut yang rusak tidak dapat tumbuh kembali. Akan tetapi pada species yang lain , sel-sel rambut  yang mengalami kerusakan dapat regenerasi secara continu   sehingga  dapat terhindar dari kekurangan pendengaran.Sehubungan dengan hal ini para peneliti sekarang ini meneliti  bagaimana proses ini dapat diaplikasikan  kepada sel-sel rambut manusia, sehingga manusia juga terhindar dari kekurangan pendengaran.

Penelitian terbaru oleh para ilmuwan mengatakan bahwa ada cara regenerasi pada kerusakan sel-sel rambut. Pada pertengahan tahun 1980, seorang ilmuwan menemukan pada burung dewasa bahwa sel-sel rambut telinga dalam yang mengalami kerusakan dapat regenerasi . Pengembalian pendengaran  terlihat hampir sama dengan pendengaran saat sebelum sel-sel rambut mengalami  kerusakan.

Selain pada burung , pada binatang amphibi seperti katak sel-sel rambut telinga dalam yang mengalami kerusakan juga dapat regenerasi  . Sedangkan pada mamalia tidak mempunyai kemampuan ini.

Oleh karena itu para ilmuwan mengadakan penelitian  mekanisme regenerasi sel-sel rambut telinga dalam ini dengan harapan ada kemungkinan dapat diaplikasikan pada manusia.

Ada 2 proses yang besar pada regenerasi sel-sel rambut telinga dalam ini yaitu proses regenerasi sel-sel rambut , dan memperbaiki hubungannya ( reconnect ) sel-sel rambut dengan sel-sel saraf. Hal ini bisa terjadi apabila  sel-sel rambut tersebut molekul-molekulnya dapat  memproduksi secret  cairan yang disebut trophyc factors yang menuju serat -serat saraf . Bila sel - sel rambut dapat reconnect dengan sal-sel saraf maka pendengaran akan membaik kembali.

Kemungkinan besar yang dapat menyamai proses regenerasi sel-sel rambut pada manusia adalah melalui pembelahan sel-sel. Percobaan  pada babi , tikus dan kelinci telah berhasil dilakukan dengan cara pembelahan sel didalam telinga dalam  dengan menggunakan molekul growth -promoting . Sejauh ini  molekul yang sama  pada manusia  tidak ada . Akan tetapi ditemukan satu hal bahwa  ada regenerasi sel-sel rambut telinga dalam pada mammalia telah terbukti.

By: Oma-nya Yasmin

http://rumahlimas.multiply.com

Peranan pendengaran pada proses berbicara

Apr 6th, 2009 by akubisadengar | 0

Peranan pendengaran pada proses berbicara

Salah satu akibat oleh kurang pendengaran adalah gangguan bicara dan bahasa  Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim.

Definisi berbicara

Bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral (mulut) yang membutuhkan kombinasi yang serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. Oleh karena itu proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, antara lain  sistem respirasi ( pernafasan ), pusat khusus pengatur bicara dalam korteks serebri di otak , pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung.


Proses bicara

Dua proses terjadinya bicara, yaitu proses sensoris dan motoris. Aspek sensoris meliputi pendengaran, penglihatan, dan rasa raba berfungsi untuk memahami apa yang didengar, dilihat dan dirasa. Aspek motorik yaitu mengatur laring, alat-alat untuk artikulasi, tindakan artikulasi dan laring yang bertanggung jawab untuk pengeluaran suara.

Di dalam otak terdapat 3 pusat yang mengatur mekanisme berbahasa, dua pusat bersifat reseptif  yang mengurus penangkapan bahasa lisan dan tulisan serta satu pusat lainnya bersifat ekspresif yang mengurus pelaksanaan bahasa lisan. Ketiganya berada di hemisfer dominan dari otak atau sistem susunan saraf pusat.

Kedua pusat bahasa reseptif tersebut adalah area 41 dan 42 disebut area wernick, merupakan pusat persepsi auditoro-leksik yaitu mengurus pengenalan dan pengertian segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa lisan (verbal). Area 39 broadman adalah pusat persepsi visuo-leksik yang mengurus pengenalan dan pengertian segala sesuatu yang bersangkutan dengan bahasa tulis. Sedangkan area Broca adalah pusat bahasa ekspresif. Ketiga pusat tersebut berhubungan satu sama lain melalui serabut asosiasi.

Peranan pendengaran pada proses berbicara

Saat mendengar pembicaraan maka getaran udara yang ditimbulkan akan masuk melalui lubang telinga luar kemudian menimbulkan getaran pada membrane timpani. Dari sini rangsangan diteruskan oleh ketiga tulang kecil dalam telinga tengah ke telinga bagian dalam. Di telinga bagian dalam terdapat reseptor sensoris untuk pendengaran yang disebut Coclea. Saat gelombang suara mencapai coclea maka impuls ini diteruskan oleh saraf VII ke area pendengaran primer di otak diteruskan ke area wernick. Kemudian jawaban diformulasikan dan disalurkan dalam bentuk artikulasi, diteruskan ke area motorik di otak yang mengontrol gerakan bicara. Selanjutnya proses bicara dihasilkan oleh getaran vibrasi dari pita suara yang dibantu oleh aliran udara dari paru-paru, sedangkan bunyi dibentuk oleh gerakan bibir, lidah dan palatum (langit-langit). Jadi untuk proses bicara diperlukan koordinasi sistem saraf motoris dan sensoris dimana organ pendengaran sangat penting. sensoris

By: Oma-nya Yasmin

http://rumahlimas.multiply.com

Phisiology sel-sel rambut telinga dalam

Apr 4th, 2009 by akubisadengar | 0

Tuli syaraf adalah akibat dari kerusakan sel-sel rambut didalam telinga bagian dalam (inner ear). Tepatnya terletak di membrane basilaris di organ corti di cochlea. Ilmu pengetahuan sampai saat ini belum menemukan cara untuk memperbaiki kerusakan sel-sel rambut pada manusia. Artinya sel sel tidak akan dapat tumbuh kembali untuk mengganti sel-sel rambut yang sudah rusak . Padahal setiap rambut mempunyai fungsi dengan frekwensi suara yang berbeda -beda.

Oleh karena itu perlu mengenal terlebih dahulu tentang sel-sel rambut telinga dalam. Sel-sel rambut pada organ corti dibagian scala media merupakan sel-sel reseptor pendengaran ( auditory receptor cells ). Disebut dengan sel-sel rambut karena membrana dibagian permukaan sel mengalami evaginasi yang disebut stereosilia, yang mirip seperti rambut. Stereosilia mengandung ion channels yang dapat terbuka aktif secara mekanik jika menerima stimulus suara. Selain sel -sel rambut terdapat sel struktural dan sel-sel pendukung (supporting cells ). Ada 2 tipe sel-sel rambut , yaitu sel rambut dalam ( Inner hair cells ) yang berjumlah kira 12000 dan sel rambut luar ( outer hair cells ) berjumlah 13000 .

Sel rambut dalam membentuk sebaris sel yang berjalan spiral disepanjang kochlea dekat aksis sentral. Sedangkan sel rambut luar mempunyai 3-4 baris sel rambut yang berjalan pada kochlea namun tidak berdekatan dengan axis sentral. Bagian dasar sel-sel rambut menempel pada membrana basilaris , sedangkan pada bagian permukaan ditempat stereosilia berada terletak membrana tektorial. Sedangkan membrana basilaris dan membrana tektorial berhubungan dibagian sentral. Suara akan mengerakkan kedua struktur ini pada arah yang berlawanan, sehingga stereosilia yang berada dipermukaan sel rambut akan menekuk. Akibat dari pergerakan stereosilia akan membuka dan menutup ion channels, yang menghasilkan potensial reseptor di sel rambut dalam. Bila potensial reseptor ada maka hal ini menyebabkan neurotransmitter keluar menuju serabut 2 saraf aferen tertentu.

Sel-sel rambut kochlea mempunyai sifat dengan frekwensi yang spesifik , dimana stimulasinya dari input suara tergantung pada tonotopic map membrana basilaris. Suara dengan frekwensi tinggi dideteksi dibagian basis koklea, sedangkan suara dengan frekwensi rendah dideteksi dibagian apeks.Properti mekanik membrana basilaris sendiri kemudian yang menentukan tonotopik ini. Sel-sel rambut dalam berperan sebagai auditory receptor cells yang klasik , bertanggung jawab mengirim sinyal dalam bentuk frekwensi suara yang spesifik keotak . Sedangkan sel-sel rambut luar memberikan efek amplifikasi dari stimulus suara kepada sel -sel rambut dalam yang terdekat, dan mempertajam respon frekwensi sel sel- rambut dalam yang terdekat. Sel-sel rambut luar memendek dan memanjang bila ada stimulasi suara.Gerakan kontraksi seperti ini dapat mempengaruhi sel-sel rambut dalam dengan merubah gerakan membrana basilaris dan meningkatkan sensitifitas dan selektifitas frekwensi untuk output kochlear ( sinyal menuju otak ). Ada protein prestin terdapat pada sel-sel rembut luar yang memberi kemampuan untuk berkontraksi ini.

Sel-sel rambut dalam secara predominan dipersarafi serabut aferen yang membawa informasi dari sel-sel rambut ke otak. Kebalikannya pada sel-sel rambut luar , predominan dipersarafi serabut eferen , yang justru membawa informasi dari otak ke sel-sel rambut . Stimulasi serabut eferen sel-sel rambut luar juga berperan dalam mengurangi respon dari kochlea. Perjalanan input suara selanjutnya melalui saraf dari kochlea ke otak. Stimulasi saraf oleh input suara dimulai dari sel-sel rambut kemudian berjalan sepanjang serebut aferen , selanjutnya berturut-turut mencapai nucleus koklearis , kompleks olivarius superior, lemnicus lateralis, kolikulus inferior, dan medial geniculate body untuk selanjutnya tiba di korteks auditori di otak. Pada level kompleks olivarius superior ke atas , mulai terjadi crossover antara input suara dari sisi kiri dan kanan.

By Oma-nya Yasmin

http://rumahlimas.multiply.com

Supporting cell untuk regenerasi selsel rambut cochlea

Apr 4th, 2009 by akubisadengar | 0

Supporting cell ( sel-sel pendukung ) .
Sudah sering dikatakan bahwa regenerasi sel-sel rambut yang hilang di cochlea tidak dapat terjadi pada mammalia, termasuk manusia . Oleh karena itu para ilmuwan memfokuskan penelitian pada perkembangan struktur lain didalam telinga dalam. Yaitu dengan  cara   merangsang  regenerasi epithel sensory telinga dalam manusia . Salah satu diantaranya adalah supporting cell yaitu sel-sel pendukung Hal ini merupakan  harapan satu-satunya  bagi jutaan orang yang menderita kurang pendengaran yang disebabkan oleh kehilangan sel-sel rambut.

Berlawanan dengan species vertebrata,   sel-sel rambut dapat regenerasi dengan rangsangan  pembelahan sel dan kemudian terjadi differensiasi yaitu terjadi perubahan struktur dan fungsi  sel-sel lain disekitar  sel-sel rambut yang disebut supporting cell ( sel pendukung ).

Pada percobaan pada tikus  ada indikasi  supporting cell pada telinga dalam  tetap mampu membelah dan kemudian  berubah struktur dan fungsi ( differensiasi )membentuk sel-sel rambut yang baru.
Oleh karena itu supporting cell menjadi target untuk populasi  sel sehingga dapat  memanipulasi  regenerasi sel-sel rambut .

Alternatif lain  , bila sumber stem cel dewasa dapat ditransplantasi  ke sel-sel rambut  yang mengalami kerusakan  untuk tujuan therapy. Oleh sebab itu  beberapa type  supporting cell dapat berubah struktur dan fungsi  yang berbeda didalam telinga dalam . Selain itu beberapa molekul subpopulasi  supporting cell ada perbedaan dan jumlahnya sangat terbatas. Keadaan ini kurang menguntungkan untuk memisahkan dan memurnikan supporting  cell yang diinginkan .
Belum ada cara lain  untuk pertumbuhan dan pengembangan  supporting cell untuk percobaan maupun untuk therapy.
Perkembangan lain adalah melakukan identifikasi molekul supporting cell dengan cara subpopulasi  , yang tujannya untuk  memurnikan dari general supporting  cell.

Pengaturan Growth factor pada proliferasi sel-sel stem / progenitor.
Telah ditemukan  faktor-faktor spesifik  yang mengatur  proliferasi ( memperbanyak )dan differensiasi ( merubah struktur dan fungsi ) stem / sel progenitor . Perkembangan  didalam cultur sel  ditemukan  epidermal growth factor ( EGF ) dan transforming growth factor ( TGFa) , yang dapat merangsang proliferasi  epithel sensory pada telinga dalam dewasa pada binatang Rodent.

Efek ini dapat dilakukan oleh insulin like growth factor ( IGF ) . Walaupun keberhasilan regenerasi  sel-sel rambut  baru tampak pada   vestibulum ( alat keseimbangan di telinga dalam ) . Berdasarkan hal itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pada tahap awal regenerasi sel-sel rambut dapat diinduksi  oleh epithel sensori telinga dalam  pada mammalia dewasa. Dengan harapan dapat juga diaplikasikan  pada manusia.

By Oma-nya Yasmin

http://rumahlimas.multiply.com